Author : Mauli (@Vipputri_)
Main Cast :
-Kwon Jiyong/G-Dragon (BIG BANG)
-Park Bom (2NE1)
Genre : Angs
Romance
Length :
Chaptered
Rate : T
Disclaimer :
ini FF murni hasil Imajinasi saya, terinspirasi dari fakta yang berberkembang
seputar Kwon Jiyong, Park Bom dan GBOM. Kenapa saya mengambil judul Always buat
FF ini? jawabannya adalah karena Always adalah salah satu lagu BigBang Favorit
saya^^ #gak nyambung sama GBOMnya ya hihi^^ makanya saya kasih dalem kurung
itu. Fanfict ini dibuat ditengah tugas-tugas sekolah yang menumpuk, cuman
ngandelin mood, imajinasi, keyboard, dan jiwa Addicted saya yang semakin
membara(?) *eh. jadi jangan kaget kalo Virus gaje bertebaran di Fanfict dibawah
8 chapter perdana saya ini, Like dan Komentar sangat diharapkan, makin banyak
koment makin semangat :) Baiklah selamat menikmati(?) J
-CHAPTER 1-
Kwon
Jiyong POV
Kaget,
kesal, gelisah dan takut. Hal itulah yang selalu ku rasakan setiap kali
sepasang mataku membaca dan mendapati kabar kedekatanku dengan yeoja-yeoja
manis itu. mungkin aku tidak akan sekesal ini jika kedekatan yang para fansku
dan fans mereka maksud itu hanyalah sebatas kedekatan rekan kerja. Tapi apa
ini? Heedragon, Daragon, Skydragon, (blabla)dragon.. aku kaget aku kesal
terhadap kabar-kabar miring itu, kabar yang mengatakan jika aku tengah
berkencan atau berpacaran dengan yeoja-yeoja itu, aku gelisah dan aku takut hal
ini akan membuat hubunganku dengan park bom semakin tidak baik.
Dan
lagi, aku benci melihat Bom dekat/didekati dengan namja lain.. aku tau namja
manapun pasti akan terpesona terhadap kecantikan fisik dan hatinya, terpesona
terhadap suaranya dan kepribadian uniknya. Tapi aku berhak untuk cemburu bukan?
Yah aku cemburu aku sakit dengan semua pemberitaan itu.. bisakah hanya ada satu
couple dari aku dan bom.. satu couple yang bernama GBOM! Hanya itu. bisakah hanya
ada satu Shipper dari pasanganku dan pasangan Bom.. satu shipper yang bernama
ADDICTED? Hanya itu! (GD egois, tapi suka^^)
Andai
saja Bom sadar jika lirik indah dalam beberapa laguku itu kutuliskan untuknya,
andai saja Bom sadar kedekatan yang kulakukan dengannya di mv dan diatas
panggung bersama TOP hyung ataupun rekan lainnya adalah kesengajaan, aku
sengaja mendekatimu Bommie, aku ingin mereka dan kau sadar jika yang aku cinta
hanya kau bom. Bukan Sohee, Dara, CL, ataupun yeoja-yeoja yang lain.
“Ji!”
Kwon
Jiyong POV end
Author POV
Seorang
namja jangkung dengan syal merahnya menampakkan raut wajah yang tidak senang
saat ia membuka internet lewat pcnya. Dan sesekali menangkupkan sepasang
telapak tangannya di atas sepasang pipinya, juga menenggelamkan wajahnya pada
meja bernuansa krim itu.
Tidak
lama kemudian datanglah seorang yeoja cantik dengan rambut hitam kecoklatan
yang diikat sedemikian rupa tepat didepan bahu kirinya.
“Ji!”
sapa yeoja yang diketahui bernama park bom itu kepada Jiyong, hal tersebut membuat
Jiyong Refleks menutup pcnya yang bahkan masih hidup (belum di sleep/shut down
maksudnya^^)
“Bom..”
sambut jiyong ragu, sambil mengucek kedua matanya dan menampar pelan pipinya
memastikan apa yang ia lihat sekarang adalah wujud bom sungguhan atau hanya
halusinasinya saja
“eeh..?”
ucap bom bingung
“a’
bom, nde.. kita akan latihan sekarangkah?” tanya jiyong sambil sedikit
menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal
“lihat..
kau lagi-lagi tidak memanggilku noona eoh?” bom memajukan bibir bawahnya
Jiyong
memicingkan matanya, dan sebisa mungkin mencoba menahan senyumnya melihat
tingkah bom yang lagi-lagi berhasil membuatnya gemas “Shirreo! Siapa suruh kau
memiliki wajah yang terlalu cute.. menipu, orang yang belum mengenalmu pasti
mengira kau baru berusia 18 tahunan.. NOONA”
“Aishh
alasanmu selalu sama Ji.. TOPneun eoddiimnikka?” tanya Bom yang membuat Jiyong
terpaku beberapa menit menahan sakit yang seketika memasuki lubuk hatinya
“YA!
Bisakah kau tidak terus menanyakan TOP hyung saat bersamaku HA?” ucap Jiyong
cukup keras
-hening-
“mi..
mian.. tapi bukankah kita akan latihan bersama TOP?” tanya Bom pelan dengan
wajah yang tertunduk kearah sepasang sepatu yang dipakainya
“hentikan Bommie, sikapmu yang
seperti itu membuatku akan semakin sulit untuk tidak mencintai dan mengagumimu..”
ucap Jiyong dalam batinnya
“
kita akan tampil tanpa TOP hyung di lagu ini” Jiyong memperhalus nada
bicaranya, sambil memberikan dua lembar kertas berisi lirik lagu plus not dari
lirik lagu tersebut.
“Black?”
tanya bom
“H’mm”
ucap jiyong singkat (banget-.-)
“Lagu
yang pernah kau nyanyikan bersama Jennie kim?” tanya Bom lagi
“H’mm”
jawab Jiyong masih tetap sangat singkat
“Japan
Version?”
“Ne
Noona (ala OOAK).. mari berlatih dengan baik.. Dragons Bomshells dan.. Addicted
pasti sudah tidak sabar menunggu kita bersama lagu ini.. GBOM hwaiting” ucap
jiyong menyemangati Bom sambil tersenyum dan mengepal tangan kanannya tepat di
depan telinga kanannya, hal tersebut membuat Bom mulanya canggung, namun iapun
sadar dan bersedia membalas senyuman tulus dari Jiyong
//
*27/11/2013
“kerja
bagus noona, gomawo” Ucap jiyong sambil menyalami erat telapak tangan halus
milik bom. Saat ini kedua makhluk(?) itu saling bertatapan dengan guratan
senyuman puas di wajah manis mereka masing-masing.
“Nde..
kau telah melakukan yang terbaik Ji, Cheonmaneyo” balas bom sambil berupaya
melepaskan telapak tangannya yang terasa geli saat jari-jari telapak tangan
jiyong mulai meraba dan menggeliat di telapak tangannya.
#Grebb
Berhasil
melepas genggaman, ternyata tidak membuat Jiyong lepas darinya. Bahkan kali ini
lebih dekat. Jiyong memeluk bom erat melampiaskan kekaguman dan kecintaannya
pada yeoja berjuluk the living barbie itu.
“kau
luar biasa.. Jeongmal gomawoyo noona-ah.. ini semua berkat kau..” lanjut jiyong
sambil mengelus punggung bom, dan hal tersebut lantas membuat bom pasrah dan
mencoba menikmati jemari Jiyong yang membabi buta di punggungnya hingga
beberapa saat yang cukup lama
“berkat kau aku masih bertahan sampai
sekarang.. bertahan dengan karyaku dan bertahan dengan rasa cinta yang masih
kusimpan untukmu.. always! your special to me” Batin Jiyong
“tidak
perlu berlebihan Ji. Aku hanya sedikit membantumu. kaulah yang luar biasa” ucap
bom sambil melepaskan diri dari pelukan Jiyong
“lihat, lagi-lagi kau berhasil
membuatku semakin ingin memilikimu bom” ucap jiyong dalam
batinnya sembari tersenyum tulus kearah lantai.
Tidak
lama kemudian
“Jiyong-ah”
panggil seseorang yang sangat tidak asing bagi jiyong, apalagi Bom.
-Hening-
Park
Bom POV
Haneunim
(tuhan) ada apa lagi dengan dia. Kenapa dia terus saja bersikap seperti ini
padaku. Tolong lepaskan tanganku Jiyong. Aku takut mereka melihat ini.
#Grebb
Oh
tidak, bahkan sekarang dia memelukku.. terlalu erat, appo..
Sentuhan
ini, oh tidak mengapa begitu nyaman..
Aghk..
ada apa denganku, bahaya jika mereka melihat..
“tidak
perlu berlebihan Ji. Aku hanya sedikit membantumu. kaulah yang luar biasa”
ucapku setelah berhasil melepaskan diri dari pelukan Jiyong
Astaga
dia tersenyum.. mengapa sangat manis, tolong segera hentikan ini Tuhan! Jangan
buat aku kembali berharap menjadi seseorang yang special baginya. Jeball!
“Jiyong-ah”
Suara
itu.. Sandara. ffh~ syukurlah aku sudah lepas dari pelukan Jiyong.
“Ah
eonni kau disini, mian aku hanya membawa satu botol minuman yang hendak
kuberikan pada Jiyong” Ucap dara dengan tingkah kekanakannya yang aku yakin,
siapapun namja yang melihat itu pasti akan gemas, termasuk dia, Kwon Jiyong..
aish mengapa rasa sesak ini datang lagi eoh.. baiklah mungkin dengan tersenyum
akan berdampak lebih baik “Nevermind Dal” ucapku
“Gomawo,
namun aku sedang tidak terlalu haus, sepertinya kau bisa memberikan minuman itu
ke Bom noona” kulihat dan kudengar sangat jelas ucapan dan reaksi canggung dari
Jiyong yang dengan sopan menolak minuman dari dara.
“ah
ani Ji, Dal.. aku sama sekali tidak haus.. malah aku ingin buang air kecil,
hehe~ aku ketoilet dulu ya” aku menanggapi ucapan jiyong dengan sebuah
kebohongan kecil. Dan dengan segera akupun keluar dari ruangan yang mendadak
terasa sangat sempit dan panas itu
“Kajima..
YA! CEPATLAH KEMBALI” Teriak Jiyong dari pintu yang tentu saja masih dapat
kudengar dengan jelas. Namun hanya diam yang dapat kulakukan. Diam dengan
senyum miris yang bahkan tidak dapat ia lihat. Ya aku merasa miris dengan
diriku sendiri saat ini.. diriku yang dengan lancangnya berharap Jiyong tau dan
mewujudkan harapanku menjadi seseorang yang spesial untuknya, seseorang yang
kelak akan menjadi pasangan hidupnya, seseorang yang akan selalu ada
bersamanya, bukan hanya sebatas rekan kerja yang berkolaborasi dalam beberapa
lagu. Bukan itu.. aku sadar aku tidak pantas untuknya, bahkan usia kamipun
terpaut 4 tahun. Sangat jauh bukan, dan nyatanya aku berperan sebagai noona
disini..
Dan
Dara, dia sudah kuanggap adik kandungku sendiri.. dan akupun tau cintanya ke
Jiyong adalah teramat besar. Semakin tidak mungkinkan aku bisa memiliki Jiyong.
Mungkin mengalah adalah yang terbaik.
hah,
sepertinya aku akan benar-benar ketoilet sekarang. akan bahaya jika air mata
ini terlihat oleh mereka. (merekanya itu siapa ya-_-?)
Park
Bom POV END
Author
POV
Yeoja
cantik yang diketahui bernama Bom itu kemudian bergegas pergi meninggalkan
kedua orang yang sangat berperan dalam karier dan kesehariannya.
Sementara
disisi lain, tepatnya disebuah ruang rekaman pribadi BIGBANG milik agensi
bernama YG itu. seorang namja dengan jas, dasi dan rambut spike hitamnya itu
menampakkan raut wajah yang terlihat gelisah dan khawatir, beberapa detik
setelah kepergian Bom dari ruangan itu.
“Jiyong-ah
wae hirae?” ucap dara memecah keheningan
“a’
ani..” sanggah Jiyong singkat
“O’
baguslah minum dulu.. igo” Dara menyodorkan sebotol minuman yang sedari tadi
berada digenggamannya. Dan apa yang terjadi? Ternyata Jiyong langsung
menyambutnya dan dengan cepat menghabiskan cairan apel dalam botol itu.
“kau lagi-lagi berbohong Jiyong, tadi saat
Bom eonni ada disini kau menolak minumanku dan bahkan menyuruhku untuk
memberikan kepadanya.. tapi sekarang kau dengan cepat menghabiskan itu”
dara membatin
“Ya!
kau kenapa?” tanya Jiyong cuek (bayangin orang nanya tapi nadanya cuek,
arra^^), dara yang mendengar itu langsung menampakkan raut kesalnya yang
semakin sulit terbendung.
“Ani..
hanya saja kau tampan dengan gaya rambutmu yang seperti itu.. jas mu juga
keren” jawab dara mencoba menghibur dirinya sendiri.
“Ah
Jinjayo? gamsahamnida” Jiyong tersenyum singkat dan mematahkan lehernya
kedepan, sembari mengucapkan terimakasih atas pujian yang dara lontarkan.
“ack~ bukan tanggapan itu yang aku mau..
tidak bisakah kau juga membalas pujianku dengan pujian pula, seperti kau juga
sangat cantik dengan pakaian itu.. haishh~ sampai kapan kau terus bersikap
seperti ini kepadaku Jiyong” dara membatin lagi
“Ne
Cheonmaneyo” tanggap dara dingin.. sementara yang ditanggapi justru sedang
asyik menatap kaca jam tangan yang sebelumnya tersembunyi oleh lengan panjang
dari Jas hitamnya.
“Aish~
sudah berapa lama dia pergi, apa yang sedang ia lakukan sampai selama ini” Ucap
jiyong dengan nada kecewa
“Bom?”
tanggap dara singkat dengan nada tanya yang sangat jelas.
“Ne”
*Butterfly..
It’s all about you My butterfly.. ev*
Mengetahui
ponselnya berdering, dengan sigap mengambil ponselnya, dan cekungan manis
kembali menghias wajah putihnya saat membaca tulisan ‘Baby Boo’ di layar
ponselnya. Tanpa fikir panjang Jiyong langsung mengangkatnya
“YA!
kau dimana eoh?..... keluar?... dengan siapa?.... mwo Chaerin?.... aish~
baiklah josimhaseyo noonaya” ucap Jiyong dalam percakapan singkat lewat ponsel
bersama Park Bom.. hal itu sontak membuat kekesalan dara semakin menjadi-jadi
“YA!
aku disampingmu tapi daritadi yang ada diotakmu hanyalah bom eonni Jiyong! Kau
anggap apa aku ini? patung? Aishh menyebalkan” Protes dara dengan kesalnya, dan
tanpa menunggu tanggapan Jiyong, iapun segera pergi meninggalkan ruangan
beserta seorang penghuni didalamnya. Yang diprotes justru nampak bingung dengan
tindakan dara yang baru saja ia dapati
“Eeeh~..
benar-benar berbeda. Dia selalu begitu, kekanak-kanakan” Ucap Jiyong diikuti
dengan gelengan singkat kepalanya.
Just
fiction, Please don’t bashing the casts of this Fanfict
And..
Please, don’t be sillent reader, Oke! ^_^